Ishadi Direktur TransTV : VHS
UNGKAPAN JUJUR SEORANG DIREKTUR STASIUN TV BAHWA TAYANGAN2 VHS (violence,horor,sex) ADALAH TAMBANG UANG YG UTAMA SETELAH IKLAN
==================================================
Dialog Ishadi SK (Direktur Trans TV) vs huttaqi [1]
Ramai-ramai di internet memperdebatkan soal film “PASSION of the CHRIST” yang akan ditayangkan oleh Trans TV, ada yang menolak ada yang senang dengan diputarnya film itu. Mailing list-mailing list menjadi ramai akan perdebatan ini, dan terutama mailing list-mailing list yang sering dipakai untuk diskusi masalah agama Islam, seolah heboh…
Di beberapa milist ini, ada beberapa informasi yang sebelumnya saya terima, seperti dibawah ini :
From: donsius ulyreke [mailto:donsius_u@yahoo.com]
Sent: Friday, March 18, 2005 2:29 PM
Siang ini, saya dapat email dari trans TV,
PASSION OF THE CHRIST jadi ditayangkan ….tanpa iklan.
Tuhan memberkati.
Salam,
————————————————————-
Iya itu, proses kejadiannya karena pak Tanjung (Trans Tv) ketemu sama
Pdt. Niko Hidayat dalam perjalanan mereka. Dan atas nasehat Pak Niko,
pak Tanjung menemui Mel Gibson, minta ijin untuk penayangan.
Mel Gibson kasih syarat gak boleh disensor karena akan memengaruhi
cerita dan gak boleh ada interupsi tayangan komersil (tidak ada iklan)
selama 3 jam, padahal 3 jam itu iklan untuk TransTv bisa Rp. 10 milliar
(pak Tanjung keberatan), tapi ada pengusaha dalam rombongan perjalanan
Pdt. Niko langsung menawarkan 40% biaya iklan dia yang sumbang, trus
60%lainnya collect dari beberapa GBI, dan ternyata uang Rp. 10 milliar
sebagai pengganti tayangan iklan terkumpul untuk menutup kerugian TransTV.
Tiada yang mustahil bila Tuhan ijinkan, yang gak masuk akal manusia bisa
saja terjadi karena kuasa Tuhan, amin. Selamat menonton,
GBU.
——————————-
mulailah dari informasi ini, banyak yang pro kontra akan penayangan film ini…dan kalau di Amerika yang tidak setuju dengan penayangan film ini adalah orang-orang Yahudi, sedangkan di milist-milist yang banyak tidak setuju film ini ditayangkan malah sebagian umat Islamnya…
Dan ada pula yang sampai berjuang supaya film ini tidak jadi ditayangkan oleh Trans TV…
Dalam pertemuan terbatas kemaren dengan Ishadi SK selaku Dir.Trans TV, hari Senin, tanggal 21 Maret 2005 mulai jam 16.00-19.30, terjadi Dialog antara Ishadi SK dengan huttaqi yang juga sempat di rekam di kaset (private collection) dan di akhir acara sempat pula berfoto bersama beliau.
Sebagian temen titip untuk ditanyakan tentang :
1. Tayangan dunia lain di Trans TV, apakah jika tanpa tayangan tersebut akan membuat Trans TV rugi?
2. Tayangan-tayangan yang “mengumbar” pusar, apakah juga kalau tidak ditayangkan akan membuat Trans TV rugi?
Kemudian mereka Usul supaya tayangan dunia lain dan tayangan yang mengumbar pusar di Trans TV itu dihapuskan.
Sebagian titip untuk disampaikan supaya film Passion of the Christ di cancel untuk ditayangkan….
Berikut ini petikan dialog antara Ishadi Sk dengan huttaqi…
bersambung…
Dialog Ishadi SK vs huttaqi [2]
Berikut petikan dialognya :
…..
Ishadi SK : Sekarang kerja dimana ?
huttaqi : Sekarang saya bisnis di komputer Trading di Hardware sama software, sama bisnis di pelatihan Communication Skill..
Ishadi SK : Communication Skill ?
huttaqi mengangguk : iya..Ada beberapa materi yang sangat menarik yaitu salah satunya adalah materi membaca Karakter…Membaca Karakter dari Nama dan dari Wajah…..
Ishadi SK : Membaca Karakter dari Nama?
sekali lagi huttaqi mengangguk : iya pak, itu bisa dilatihkan.
Ishadi SK : Saya ingat, Nabi bersabda “Beri nama anakmu yang baik”..jadi kalau nama “Slamet” biar “Slamet” terus, kalau nama “Bejo” biar “Bejo” terus ..(beliau berkata sambil tertawa)..Beri dia nama yang baik..Kemudian beri dia Ilmu..dan..(rekaman kurang jelas…) dan ini saya terapkan di Trans TV…Beri dia rezeki..Nah, setelah itu saya berikan pada karyawan Trans, karyawan Trans sebanyak 250 dibajak..
……………….
Ishadi SK :Saya bekerja mulai tahun 68, tahun 77 saya magang di Jerman dibidang TV , tahun 78 di Brazil sebelumnya tahun 69 di Filipin, di TV juga, tahun 80 di Amerika, Ohio University sekolah,kemudian tahun 2002 saya dapat Doktor di televisi lagi, bekerja di TVRI selama 24 tahun, di TPI selama 2 tahun dan di Trans TV ini masuk tahun ke 3..
…………
Ishadi SK : Media is a bussiness…TV is a Bussiness
Selalu berurusan dengan masalh meningkatkan Revenue, menurunkan Cost untuk menaikkan Profit, dan dari Profit ini akan kembali dipakai untuk meningkatkan revenue…
Kemudian beliau bertanya :
Pendapatan televisi itu darimana ?
Dari Iklan….
Jadi semua program yang dilihat apakah ada Iklannya..
huttaqi angkat tangan : Interupsi
Ishadi SK : ya….
huttaqi : memang pendapatan TV adalah dari Iklan, Nah, ini saya dapat berita baru dari internet, bahwa Trans TV akan menayangkan film PASSION of the CHRIST.Bukankah Mel Gibson mintanya tidak boleh film itu dipotong dan juga tidak boleh ada iklan, nah dalam kasus kayak gini ini bagaimana ?
Ishadi SK : itu Spesial Case, Spesial Case karena ada sekelompok Gereja. Gereja Baptis yang didukung oleh Pendeta Nikko di Karawachi, mereka ingin pada Paskah ini di putar film PASSION of the CHRIST. Awalnya kita tidak mau karena film ini yang pertama sangat mahal. ee..Hampir 750 juta, yang kedua tidak boleh dipotong Iklan, tidak boleh diberi iklan, tidak boleh di dubbing sama mel gibson dan tidak boleh di Edit. Jadi Mel Gibson membuat film itu dengan 3 syarat. ndak boleh di potong, ndak boleh didubbing ndak boleh diedit, sebagian pakai bahasa Ibrani. Tapi dari pihak gereja berkata “Kita akan carilah dana untuk itu” berapapun yang Trans TV minta untuk itu akan kita penuhi. Nah akhirnya diputer nanti mudah-mudahan bisa, karena sekarang masih ada sedikit masalah di Amerika sana, karena masih di putar di Hongkong atau dimana gitu..di Asia masih belum bisa diputar ya di Indonesia ini..Tapi dari sisi TV tetap akan dapat, akan dapat ganti buat biaya iklan, dan kita dapat image…tanpa susah-susah sudah dapat untuk semua biaya-biaya itu.
huttaqi nanya: di tayangkan saat acara Paskah besok itu?
Ishadi SK : iya jumat. Film itu menurut saya bagus, tapi film itu memang sadis
huttaqi : lalu urusan dengan badan sensor gimana?
Ishadi : ……
bersambung….
Dialog Ishadi SK vs huttaqi [3]
huttaqi : lalu urusan dengan badan sensor gimana?
Ishadi SK : Nah..kita liat nanti..kita lihat..kan ndak boleh di edit..
huttaqi : ndak boleh diedit, lalu urusan dengan badan sensor gimana?
Ishadi SK : Nah..kita lihat nanti..kita lihat apakah itu dari sebuah bidah agama? Syiah itu juga nusuk2 badannya kan? waktu apa itu ?
huttaqi menyahut : waktu 10 muharom !, peringatan dibantainya Husein di Padang Karbala pak!
Ishadi SK : iya..di bulan Muharrom, makanya ini kita liat nanti..kita lihat, Kalau memang badan sensor itu menolak alasannya apa? …(diam sebentar) kalau kami (TRANS TV) menolak alasannya apa? karena duitnya ada.
huttaqi : terus dari sisi umat beragama sendiri pak ! bukankah ada pro-kontra soal film itu, baik di sebagian umat Islam maupun di umat Kristen sendiri ?!
Ishadi SK : iya..memang ! kalau Islam sebenarnya gak ada masalah, karena saya pikir, kita kan ada 10 stasiun, kalau misalkan memang tidak mau menonton film itu, kan bisa menyaksikan acara di TV TV lainnya. Mungkin di TPI ada Takdir ilahi, atau dangdut, atau KDI, atau Indonesian Idol, pilihan banyak ada 10 stasiun jadi tidak kita permasalahkan. Di kalangan Kristen sendiri memang ada masalah tapi di Amerika waktu itu terselesaikan dengan sendirinya..
huttaqi : jadi mestinya dengan penayangan PASSION of the CHRIST itu yang heboh adalah dari umat Kristen sendiri?
Ishadi SK : iya..dan bukannya umat Islam, coba kita lihat, bukankah kalau di hari besar Islam kita juga menayangkan Film tentang Nabi Muhammad, so ketika di Paskah ini ditayangkan PASSION of the CHRIST, alasan apa yang bisa kita pakai untuk menolaknya?Mengapa kita menolaknya?
Tapi masalah penayangan ini tentu saja tidak setiap kali terjadi, hanya spesial case yang belum tentu 1 tahun ada 1 case seperti ini.
Dan ini secara bisnis bisa meningkatkan image TRANS TV, dan bisa meningkatkan Revenue bagi Trans TV.
Para pemasang Iklan memilih acara-acara yang ratingnya tinggi (CPRP) misalnya seperti Bajaj Bajuri itu Ratingnya 5=5 juta penonton misalnya, berarti untuk iklannya 15 juta/30 detik, dan ada pengiklan yang minta selama 90 penayangan (3 bulan) selama 1 menit artinya jumlah total dia mengiklankan adalah 2,7 M
Penonton digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu A, B, C. A yang pengeluaran tiap bulannya 2,5 juta ke atas, B1 yang pengeluarannya 1,5 juta -2,5 juta, B2 yang pengeluarannya 900-1,5 juta dan C yang dibawah itu..Trans TV mengambil pangsa penonton A dan B, TPI B dan C, MetroTV A dan B, Indosiar, ABC.
Oleh sebab pendapatan TV swasta adalah dari iklan dan pengiklan memilih program acara yang ratingnya tinggi, maka yang dilakukan TV-TV adalah : 1. Buat Program yang disukai penonton.
2.Kalau ada yang sukses ikuti program itu (me too) AFI..diikuti Indonesian Idol, Dangdut laku, diikuti yang lainnya,dll
3. Eksploitasi VHS (Violence, horror, Sex) dan ini kenyataannya memang disukai oleh penonton kita…film Rambo, film True Lies, atau yang horor, dunia lain, disini ada setan, gentayangan. Sex eksploitation,ini luar biasa..sampai ribut-ribut…..BUPATI (Buka paha TInggi2)… SEKWILDA (Sekitar wilayah dada), kenapa ? karena banyak yang nonton..Violence di DPR…..
huttaqi
ak ! Apakah sebab alasan itu juga (bisnis, pendapatan dari iklan), Trans TV menayangkan program acara eksploitasi VHS juga?
Ishadi SK : Kita sudah banyak ngurangi, seperti acara DAGDIGDUG kita hapus. Banyak masalah di DAGDIGDUG. Rupanya bukan hanya penontonnya yang nekat, tapi ternyata penyanyinya juga nekat-nekat, karena mereka berpikir semakin nekat mereka akan semakin laku…semakin laku mereka akan semakin banyak uang.
huttaqi : Tapi apa memang benar bahwa semakin mereka nekat, rating menjadi semakin tinggi pak !…
Ishadi SK : iya..kalau mereka nekat memang ratingnya tinggi, begitu diperbanyak “PUSER” nya, langsung ratingnya semakin tinggi. Believe it or not..
Ya memang gimana ya……
bersambung…
Dialog Ishadi SK Vs huttaqi [4]-selesai
huttaqi : Tapi apa memang benar bahwa semakin mereka nekat, rating menjadi semakin tinggi pak !…
Ishadi SK : iya..kalau mereka nekat memang ratingnya tinggi, begitu diperbanyak “PUSER” nya, langsung ratingnya semakin tinggi. Believe it or not..
Ya memang gimana ya……
huttaqi: Pak ! Bukankah dengan menayangkan acara seperti Siti Nurhaliza rating juga naik? meski dia konsist tidak menampilan urusan “PUSAR ” ?!
Ishadi SK : Memang benar, Siti Nurhaliza kita tampilkan rating memang tinggi. Siti Nurhaliza selain masalah Rating juga masalah Image. Tapi perlu diketahui bahwa yang mengadakan program acara itu adalah Bank Mega.
Saya percaya bahwa kehidupan itu ada dinamika, dan didalam dinamika itu, setiap aksi akan menimbulkan reaksi.
Kenapa kok sekarang ini acara Takbir ilahi, acara-acara yang sifatnya seperti itu, itu kok menduduki rating teratas dari 100 top rating. Karena itu merupakan reaksi dari sinetron-sinetron sekarang yang “njelehi”..njelehi (membosankan)..Sinetron2 sekarang banyak yang tidak mempedulikan nilai2 moral, nilai2 agama. yang kemudian berpengaruh pada tatacara kehidupan artis2nya, pacaran, kawin-cerai, selingkuh,dll, ada reaksi luarbiasa dari masyarakat. reaksi Besar..Nah, program2 yang baru seperti tadi Takdir ilahi, menyebabkan program2 seperti itu laris, kehidupan nanti setelah kematian, laris. Kalau kamu berbuat macam2 didunia, maka diakheratnya bakalan seperti ini..nah itu lagi laris.
Ketika inul merajalela, tahu-tahu ada seorang siti Nurhaliza yang tidak goyah sama sekali, menjadi sangat kuat, menjadi sangat besar. Amat susah kita mendapatkan orang seperti Siti Nurhalizah, dan amat mahal. Sekali konser kita harus bayar untuk dia sendiri 500 juta. Untuk band pengiringnya dan segala macam 1 Milyar…1 Milyar !!, dan untuk konser di jogja, di Surabaya, di Jakarta, kita habis hampir 3,5 trilyun, dan memang nutup. Jadi ndak masalah.
Nah, penayangan VHS inilah yang memang selalui dieksploitasi oleh TV, tetapi saya yakin, satu waktu itu juga akan berubah. Apakah cepat, ataukah lambat., Saya yakin itu, sebab hal itu adalah musim-musiman.
Tapi Violence itu bentuknya bisa bermacam-macam, seperti Fear Factors, menurut saya itu sangat Violence…ada yang dilombakan laki perempuan sama2 lari telanjang, berani kamu? ya berani….
Dan sebenarnya lagu2 kita juga ada yang kurang tepat, coba lagu ini : “Kucoba-coba melempar manggis, manggis kulempar mangga kudapat, kucoba-coba melamar gadis, gadis kulamar janda kudapat”. (beliau sambil menyanyikan lagu ini) . Apa salahnya sih Janda ??
Whats Wrong with Janda ??!! Nabi Muhammad juga menikahi Janda ??! itu kan pelecehan terhadap janda.
terus ada lagi, “iki piye-iki piye iki piye. Wong tuwo rabi perawan, perawane nek bengi nangis wae, amargi wedi karo manuk e”. Jorok enggak? apa yang dimaksud itu? tapi seolah kita semua menerima.. sangat porno “Manuke manuk e cucak rowo. cucak rowo dowo buntute” lho padahal yang namanya cucak rowo itu gak ada yang buntutnya panjang…”buntute akeh wulune, nek goyang ser ser enak rasane” itu kan Jorok, kita semua tahu. Kemudian itu dinyanyikan Tina Toon…disiarkan di televisi. Rusak ! itu kan Rusak ! tapi kita gak sadar juga senang…Luar biasa jorok.
jadi kita telah terhegomoni.
Bicara soal itu, sebenarnya apa yang harus kita lakukan? yang sangat basic adalah kita memahami bahwa ini tidak bisa kita hindari, persaingan begitu keras. Jor-joran, berebut program yang revenue nya tinggi.
Apa yang mesti kita lakukan ?!
Apa yang harus kita lakukan ?!
Apa basic yang bisa kita lakukan?!
huttaqi :peningkatan pendidikan kepada masyarakat !
Ishadi SK : ya….apalagi ?
Aturan ! Kontrol ! apa boleh dibiarkan begini ? apakah kita setuju seperti lagu cucak rowo itu?
orang memang mengatakan ini kan trend, temporer, tapi kan harus kita pilih….
Sampai2 semua orang nyanyi lagu cucak rowo, sampai Tina Toon yang masih berumur 8 tahunan itu menyanyikan lagu itu. Sebab itu, Kontrol…kontrol yang harus kita lakukan.. Dan kontrol itu memang bisa dari pemerintah, bisa dari masyarakat. Dan yang lebih penting sebenarnya adalah kontrol dari media itu sendiri, dari Televisi itu sendiri. Kontrol atau aturan ini mesti ditegakkan. Sebab alasan inilah, sebagai tanggung jawab kami selaku masyarakat media, hari Rabo 23 maret ini (hari ini red), kami berkumpul, PWI, JTV,dll berkumpul untuk membicarakan soal “ETIKA MEDIA”
huttaqi mengangguk-angguk setuju…
…masih berlanjut sebenarnya pembicaraan, tak terasa, mulai puku; 16.00 sampai jam 19.00 dengan break sholat maghrib selesai sudah.
Pak Ishadi SK sudah mau melanjutkan perjalanannya. Salut buat bapak ! akan lebih salut lagi kami kepada bapak kalau ETIKA MEDIA itu bisa ditegakkan. Demi moral bangsa kita pak !..
Dan sebagai kenang-kenangan dari huttaqi, huttaqi memberikan 2 buku tulisannya kepada beliau “Perjalanan Menuju Kebenaran” dan “Pertemuan 2 Lautan”
(bagian ini yang paling gak enak buat saya..he..he..)
ketika tiba-tiba pak Ishadi SK menyodorkan buku huttaqi pada saya..”Lho mas, belum sampeyan tanda tangani”
wah..wah..beliau memang orangnya merendah, tawadhu,
masak seorang Ishadi SK …Direktur Trans TV minta tanda tangan pada huttaqi ?!?!…kebalik dong pak ?!, tapi mau bagaimana lagi kenyataannya seperti itu..mau tidak mau yang hadir pada waktu itu menunggu huttaqi menandatangani bukunya spesial buat pak Ishadi SK..he..he..
Tapi sebagai gantinya beliau minta tanda tangan huttaqi, gantian huttaqi berkata “pak kalau gitu gantian saya yang minta foto dengan bapak ya..jarang2 ada kesempatan bisa bertemu dengan bapak seperti ini. Dan pastilah pertemuan seperti ini sangat langka disela-sela kesibukan bapak”. Beliau mengangguk mengiyakan.
Selamat berjuang pak ! demi tegaknya ETIKA MEDIA, dan apa yang bisa kita bantu, kita sumbangkan demi tegaknya ETIKA MEDIA, akan kami berikan..
semoga satu waktu saya bisa ngobrol lagi dengan bapak
salam hormat saya buat beliau,
huttaqi
—
sumber : dari milis PKS, partai-keadilan-sejahtera@yahoogroups.com
Agak hitam, kriting, tinggi 175cm, berat 59kg, tidak makan keju, tidak doyan udang, tidak merokok tapi minum kopi, suka minum susu terutama susu ultra UHT coklat, suka beli buku sampai nggak kebaca...

