August 19, 2005

KATON BAGASKARA & RUTH SAHANAYA - Usah Kau Lara Sendiri

Filed under: Lirik - hericz @ 3:36 am

KATON BAGASKARA & RUTH SAHANAYA - Usah Kau Lara Sendiri

Do = Bb

Gm F Eb Bb

Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu

Cm Dm Eb F Gm

tak terbiasa kudapati terdiam mendura

Gm F Eb Bb

Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu

Cm Dm Eb F Gm

sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Dm7

Kudatang sahabat, bagi jiwa

Ebmaj7

saat batin merintih

Dm7

usah kau lara sendiri

CE DGb

masih ada asa tersisa

Gm F Ebmaj7 Bb

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku

Cm F7A Bb Ebmaj7

biar terbagi beban itu

Cm7 F DGb

dan tegar dirimu

Gm F Ebmaj7 Bb

Di depan sana cah’ya kecil tuk memandu

Cm F7A Bb Ebmaj7

tak hilang arah kita berjalan

Cm7 D Gm

menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?

satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh


dikopi paste dari sini

August 16, 2005

Strange Things You Likely Didn’t Know

Filed under: Lain-lain - hericz @ 7:50 am

1. A rat can last longer without water than a camel.

2. Your stomach has to produce a new layer of mucus every two weeks or
it will digest itself.

3. The dot over the letter “i” is called a tittle.

4. A raisin dropped in a glass of fresh champagne will bounce up and
down continuously from the bottom of the glass to the top.

5. A female ferret will die if it goes into heat and cannot find a mate.

6. Chewing gum while peeling onions will keep you from crying.

7. A 2 X 4 is really 1-1/2″ by 3-1/2″.

8. During the chariot scene in “Ben Hur,” a small red car can be seen
in the distance (and Heston’s wearing a watch).

9. On average, 12 newborns will be given to the wrong parents daily!
(That explains a few mysteries….)

10. Sherlock Holmes NEVER said, “Elementary, my dear Watson.”

11. Because metal was scarce, the Oscars given out during World War II
were made of wood.

12. The number of possible ways of playing the first four moves per
side in a game of chess is 318,979,564,000.

13. There are no words in the dictionary that rhyme with orange,
purple and silver.

14. Astronauts are not allowed to eat beans before they go into space
because passing wind in a spacesuit damages them.

15. The very first bomb dropped by the Allies on Berlin in World War II
killed the only elephant in the Berlin Zoo.

16. If one places a tiny amount of liquor on a scorpion, it will
instantly go mad and sting itself to death. (Who was the sadist who
discovered this??)

17. Bruce Lee was so fast that they actually had to s-l-o-w film down
so you could see his moves. That’s the opposite of the norm.

18. The first CD pressed in the US was Bruce Springsteen’s “Born in
the USA.”

19. The original name for butterfly was flutterby.

20. The phrase “rule of thumb” is derived from an old English law which
stated that you couldn’t beat your wife with anything wider than your thumb.

21. The first product Motorola started to develop was a record player
for automobiles. At that time, the most known player on the market was
Victrola, so they called themselves Motorola.

22. Roses may be red, but violets are indeed violet.

23. By raising your legs slowly and lying on your back, you cannot
sink into quicksand.

24. Celery has negative calories. It takes more calories to eat a
piece of celery than the celery has in it to begin with.

25. Charlie Chaplin once won third prize in a Charlie Chaplin
look-alike contest.

26. An old law in Bellingham, Washington, made it illegal for a woman
to take more than three steps backwards while dancing!

27. The Guinness Book of Records holds the record for being the book
most often stolen from public libraries.

28. The glue on Israeli postage is certified kosher.

29. Bats always turn left when exiting a cave!


dari milis id-gmail di posting oleh enda

August 15, 2005

Kodok Ngorek

Filed under: Lirik - hericz @ 10:01 pm

Kodok Ngorek

Kodok ngorek kodok ngorek
ngorek pinggir kali
teyot teblung teyot teblung
teyot teyot teblung

Bocah pinter bocah pinter
besuk dadi dokter
bocah bodho bocah bodho
besuk kaya kebo

August 13, 2005

Salah kaprah

Filed under: Lain-lain - hericz @ 12:54 pm

Istilah awam seringkali berbeda dengan istilah medis. Meskipun demikian, masih bisa ditelusuri apa penyakitnya.

Banyak istilah penyakit yang beredar di masyarakat yang tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Seperti angin duduk, masuk angin, darah kotor, atau darah manis. Menurut dr. Bahdar T. Johan, Sp.PD., dari RS Internasional Bintaro, Tangerang, Banten, meskipun banyak istilah awam yang tidak ditemukan dalam dunia kedokteran, tapi pihak medis bisa menelusuri apa yang dimaksud. Biasanya lewat gejala-gejala yang dikeluhkan pasien.

Menurutnya, istilah awam ini muncul dari berbagai pengalaman yang dirasakan secara langsung. Angin duduk misalnya, menggambarkan angin yang terkurung dalam organ pencernaan. Lalu, jika bisul sering muncul di bagian tubuh tertentu saja, maka awam akan mengaitkannya dengan darah kotor.

Berikut istilah awam yang sering kita dengar.

ANGIN DUDUK

Yang dimaksud angin duduk oleh awam adalah perut kembung yang disertai rasa sakit menusuk, seperti ada gas atau udara yang terperangkap dalam rongga pencernaan. Gas ini mendesak dinding-dinding perut sehingga membuat anak sesak napas.

Angin duduk, seperti dijelaskan Bahdar, tidak memiliki padanan istilah dalam ilmu medis. Gejalanya, anak mengalami kesulitan mengeluarkan gas dari saluran cernanya. Penyebabnya bisa jadi gangguan di saluran usus yang bersifat ileus atau penyumbatan total.

Penyumbatan total bisa terjadi akibat gumpalan cacing, tumor, atau invaginasi pada anak yang biasanya disertai kolik (kembung) hebat, muntah-muntah, dan kadang-kadang demam. Ileus bisa juga disebabkan gangguan usus secara paralitik, yakni usus tidak mampu bekerja secara baik, kering, sehingga sulit mengeluarkan sisa hasil pencernaan, termasuk gas, melalui anus. Kemungkinan berikutnya, anak kekurangan kalium.

Gas yang terperangkap dalam organ pencernaan ini masuk ke perut berbarengan dengan makanan/minuman atau hasil dari pencernaan. Biasanya, setelah makan atau minum anak akan bersendawa atau buang angin. Kalau tidak, bisa berlanjut dengan gejala yang disebut angin duduk.

Seringkali pula awam mengaitkan kematian mendadak seseorang akibat terserang angin duduk. Hal ini memang mungkin terjadi, tetapi prosesnya tidak seperti yang dibayangkan awam. Bahdar menjelaskan, bila angin atau gas tidak dapat dikeluarkan segera, bakteri yang ada dalam usus akan berkembang dengan cepat. Selanjutnya, bakteri tersebut akan menyebar dan menembus sistem pertahanan di daerah usus, lalu masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan infeksi yang berat ke seluruh tubuh. “Hal inilah yang akan menyebabkan kematian,” jelas Bahdar.

Cara mengatasinya tergantung pada penyebab. Bila ileus, maka usus harus dibebaskan dari sumbatan dengan cara dibedah. Bila paralitik cukup dengan obat-obatan untuk merangsang pengeluaran gas. Kalau kekurangan kalium, maka diberi tambahan kalium.

“Pemberian obat-obatan biasanya dibarengi dengan tindakan konservatif, yakni memasukkan selang dari hidung masuk ke lambung untuk membuang gas dan makanan yang masih ada di atas lambung,” paparnya. Bila ada penyakit dasar lain, seperti radang pankreas atau kolik ginjal yang menyebabkan usus tidak berfungsi dengan baik, maka penyakit-penyakit tersebut harus diatasi secara bersamaan.

Memang, aku Bahdar, gejala serangan angin duduk hampir sama dengan serangan penyakit jantung, yang dinamakan sindroma serangan jantung. Gejalanya memang sulit dibedakan: perut kembung, nyeri di ulu hati, perih menusuk, sering bersendawa, dan sesak napas. “Pasien merasa sedang masuk angin, padahal dia mungkin terserang penyakit jantung.”

Untuk membedakan apakah gejala tersebut angin duduk atau serangan jantung bisa dibedakan dari masa serangannya. Angin duduk biasanya berproses cukup lama, bisa mencapai satu minggu, sedangkan sindroma serangan jantung, biasanya singkat, bisa satu atau dua hari. Namun, bila sebelumnya pasien sudah menderita penyakit jantung, bisa saja serangan angin duduk merupakan pemicu terjadinya serangan jantung.

MASUK ANGIN

Istilah ini pun tak dijumpai dalam ilmu kedokteran. Namun, pemakaiannya sudah sangat memasyarakat. Ketika otot pegal-pegal atau mengeras misalnya, masyarakat menganggapnya masuk angin. Padahal, setelah diteliti, di otot yang pegal tersebut tidak ada angin yang terperangkap.

Bahdar menjelaskan, mungkin yang dimaksud awam adalah gejala terperangkapnya angin di dalam rongga pencernaan yang kemudian mempengaruhi perasaan pasien yang akhirnya membuat badan terasa pegal dan tidak enak. Adanya udara yang terasa di seluruh tubuh, mungkin inilah yang dikatakan masuk angin. Namun, Bahdar mengakui, begitu pasien dipijat atau dikerok, keluhan masuk angin itu hilang. “Hal ini memang unik, karena dari apa yang terjadi tidak bisa dibuktikan secara medis.”

Berbagai penelitian kesehatan juga membuktikan, pijat dan kerok tidak secara langsung mengeluarkan angin dari bagian-bagian tubuh yang masuk angin. Pijat atau kerok sebenarnya merupakan rangsangan refleks terhadap rongga pencernaan untuk mengeluarkan udara, yang pengeluarannya bisa berupa sendawa atau buang angin. Selain itu, masuk angin biasanya terjadi pada orang yang terlalu letih atau stres, yang menimbulkan rasa nyeri di otot. Otomatis pijat dan kerok bisa merelakskan otot-otot yang tegang.

Namun, Bahdar mengingatkan, agar berhati-hati saat melakukan pengobatan sendiri. “Pijat bolehlah, tapi harus dilakukan oleh orang yang benar-benar pandai melakukannya.” anjur Bahdar, “Namun, kalau mengerok, jangan.”

Masalahnya, kerok menyebabkan lubang pori-pori menjadi lebih besar. Kerok pun dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah kapiler. “Warna merah yang muncul setelah kulit dikerok bukanlah tanda bahwa angin sudah keluar, tetapi tanda kalau pembuluh darah kapiler sudah pecah.” Sulitnya, kerokan sudah sangat memasyarakat dan sering dijadikan pengobatan alternatif untuk menyembuhkan penyakit yang diduga sebagai masuk angin tersebut.

DARAH KOTOR

Istilah darah kotor, kata Bahdar, merupakan persepsi salah yang sudah memasyarakat di kalangan awam. Masyarakat beranggapan bahwa darah yang kotor akan menimbulkan bisul, jerawat, kulit kemerahan, dan sebagainya. Persepsi ini semakin diperkuat oleh iklan produk obat tradisional di televisi.

Padahal, dalam dunia kedokteran, darah tidak ada yang kotor. Semua darah bersih dan dapat digunakan dengan baik. Memang, ada darah yang mengandung banyak CO2 (karbon dioksida, hasil dari metabolisme tubuh) dan sedikit O2 (oksigen), biasanya darah yang berada dalam pembuluh darah balik. Dalam dunia medis, darah ini harus melalui proses pembersihan sebelum digunakan untuk metabolisme kembali. “Proses pembersihan ini bukan berarti darah itu kotor, tetapi darah tersebut harus dibebaskan dari CO2 dan harus diisi O2,” tegas Bahdar.

Proses pembersihannya, setelah menyuplai beragam zat ke seluruh tubuh, darah kemudian balik ke jantung. Darah yang mengandung banyak CO2 kemudian masuk ke dalam bilik kanan jantung, kemudian dipompa ke paru-paru. Di paru-paru, darah tersebut disaring, CO2 dikeluarkan lewat napas yang keluar dan diisi O2. Setelah itu, darah akan masuk ke bilik kiri jantung dan dipompa ke ginjal. Di ginjal darah dibersihkan lagi dari kandungan racun, seperti kreatinin. Setelah dibersihkan, darah akan menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Namun, bila terjadi masalah pada jantung, paru-paru, dan ginjal, kebersihan darah sangat mungkin terganggu. Dalam situasi seperti ini, bisa saja darah menjadi kotor. Misalnya, kebocoran pada jantung bisa menyebabkan tercampurnya darah yang belum dibersihkan dengan darah yang sudah bersih, TBC bisa menyebabkan kadar CO2 menumpuk, dan gagal ginjal bisa menyebabkan zat racun menetap di dalam darah. Tak heran bila orang berpenyakit paru yang sudah kronis, kadar CO2-nya sangat tinggi.

Namun, anggapan darah yang kotor ini tidak seperti yang dibayangkan oleh awam. “Awam, kan, membayangkan darah kotor akan menyebabkan bisul, jerawat, atau yang lainnya, padahal tidak demikian.” Tumbuhnya bisul atau jerawat bukan karena darah yang kotor melainkan karena kulit yang bermasalah. Misalnya, infeksi kelenjar minyak pada kulit, yang akhirnya membuat kuman masuk ke dalam dan timbullah bisul atau yang lainnya, atau juga karena alergi.

DARAH MANIS

Seringkali awam mengidentikkan darah manis dengan mudahnya anak terluka akibat gigitan nyamuk. Padahal, menurut Bahdar, persepsi ini salah.

Bila anak mudah bentol, teriritasi, terinfeksi, dan sulit sembuh kala digigit serangga, hal ini bukan karena darahnya manis, melainkan lebih karena asma kulit. Mungkin anak menderita prurigo, semacam alergi kulit, yang membuatnya mudah sekali bentol, teriritasi, atau terinfeksi.

Seringkali darah manis ini dihubungkan dengan penyakit kencing manis/diabetes. Alasannya, penderita diabetes pun punya kecenderungan hampir sama, yaitu luka pada tubuhnya sulit sembuh. Namun, tidak begitu dengan darah manis.

RABUN AYAM

Rabun ayam memang istilah awam, tetapi ada padanan istilah kedokterannya, yaitu rabun senja. Ketika senja, ayam sulit melihat dengan baik. Nah, gangguan seperti itu disebut rabun ayam.

Rabun ayam atau rabun senja disebabkan kekurangan vitamin A. Bila kekurangan ini dibiarkan saja, tanpa ada perawatan yang baik, kemungkinan lanjutannya adalah anak menjadi buta. “Namun, proses kebutaan tidak terjadi secara langsung. Kasusnya pun sudah sangat jarang ditemui.”

Untuk mengatasinya diperlukan konsumsi vitamin A yang cukup. Sumbernya bisa suplemen vitamin A atau buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A, seperti tomat dan wortel. Konsumsi vitamin A secara baik biasanya akan menyembuhkan anak dari rabun senja. Rabun senja ini bersifat tidak permanen.

PARU-PARU BASAH

Istilah ini mungkin muncul karena awam beranggapan paru-paru anak memang benar-benar basah. “Memang,” aku Bahdar, “ada semacam cairan di rongga pleura bagian bawah, yang dinamai efusi pleura, jadi bukan di paru-paru.”

Pleura adalah satu rongga yang memiliki dua selaput. Rongga ini berada di luar paru-paru, tepatnya di sekeliling paru-paru. Bila ada radang di pleura ini, maka akan muncul cairan. Cairan yang banyak akan menumpuk di dalam rongga tersebut dan sulit untuk dikeluarkan.

Peradangan pleura di Indonesia paling sering disebabkan penyakit TBC. Radang di dalam paru-paru ini akan menembus pleura yang lalu menimbulkan cairan. Selain TBC, cairan bisa muncul bila paru-paru terkena bronkhitis, tumor, bahkan masalah di luar paru-paru, seperti demam berdarah, kekurangan albumin, dan lain-lain.

Cairan muncul karena peradangan paru-paru mengganggu permeabilitas (keadaan zat yang memungkinkan lewatnya zat lain)pembuluh darah dan saluran getah bening di daerah tersebut sehingga cairan merembes masuk. “Perlu diingat, cairan tersebut bukan merupakan lendir dari saluran napas atas yang turun ke bawah, tetapi muncul karena peradangan,” tandas Bahdar. Rongga pleura sama sekali tidak tersambung ke rongga napas bagian atas sehingga sulit untuk dikeluarkan.

Tingkat bahaya penyakit ini tergantung pada penyakit dasarnya. Bila disebabkan tumor atau kanker, maka sangat berbahaya. Sedangkan bila karena TBC, infeksi nonspesifik, kekurangan albumin, atau kuman demam berdarah, biasanya tidak terlalu serius.

Cara menanggulanginya bisa dengan pengobatan antibiotik untuk meredakan peradangan, penguatan daya tahan tubuh, serta meredakan sesak. “Biasanya kalau sudah menimbulkan gejala sesak napas akan dilakukan penyedotan cairan pleura, karena cairan ini tidak bisa dikeluarkan lewat batuk,” tandas Bahdar.


dari milis id-gmail, diposting oleh Andriansah

August 12, 2005

Mengatasi Penyakit Dalih

Filed under: Lain-lain - hericz @ 11:35 am

Sembilan puluh sembilan persen kegagalan datang dari orang yang punya
kebiasaan suka membuat alasan, begitu kata George Washington Carver.
Daripada mencari jalan keluar, mereka memilih untuk membuat 1001 dalih
mengenai kegagalan mereka. Alhasil, kesempatan belajar pun terlewatkan
begitu saja.

Dalam buku The Magic of Thinking Big, David J. Schwartz menjelaskan
mengenai penyakit pikiran yang mematikan alias penyakit dalih
(excuisitis). Orang-orang gagal senantiasa berdalih mengenai kegagalan
mereka. Penyakit dalih tersebut biasanya muncul 4 bentuk,
yaitu: dalih kesehatan, dalih inteligensi, dalih usia dan dalih nasib.

Dalih kesehatan biasanya ditandai dengan ucapan, “Kondisi fisik saya
tidak sempurna”, “Saya tidak enak badan”, “Jantung saya lemah”, dan
sejenisnya. Orang sukses tidak pernah menganggap cacatnya itu sebagai
hambatan. Saya punya sahabat dekat yang menderita polio namun dikenal
sebagai dokter spesialis ginjal sukses dan murah hati. Sejumlah besar
tokoh-tokoh dunia bahkan punya cacat fisik. Presiden Amerika ke-32
Franklin Delano Roosevelt menderita polio, Shakespeare lumpuh, Beethoven
tuli, Napoleon Bonaparte memiliki postur tubuh yang sangat pendek.

Dalih inteligensi diitandai dengan ucapan, “Saya kan tidak pintar”,
“Saya kan bukan rangking teratas”, “Dia lebih pandai”, dan sejenisnya.
Inilah dalih yang paling umum ditemukan. Tanpa bermaksud mengecilkan
arti sekolah, saya ingin mengatakan kepa Anda bahwa tidak perlu jadi
profesor agar Anda bisa sukses. Selanjutnya, dalih usia yang ditandai
dengan ucapan, “Saya terlalu tua”, “Saya masih terlalu muda”, “Biarkan
yang lebih tua yang duluan”, dan sejenisnya. Padahal tidak ada batasan
usia dalam meraih sukses. Kolonel Sanders memulai usahanya di usia 65
tahun. Berikutnya adalah dalih nasib, misalnya dengan mengatakan ,
“Aduh, nasib saya memang selalu jelek”, “Itu sudah nasibku”, “Itu memang
takdir” Memang amat mudah untuk selalu menyalahkan nasib. Padahal nasib
kita ditentukan oleh kita sendiri. Tuhan telah memberikan hidup dengan
sejumlah pilihan.

Baru-baru ini, hati saya tertegun ketika menyaksikan siaran televisi
tentang seorang anak kecil yang ahli memainkan drum dalam kebaktian
rutin setiap minggunya pada sebuah gereja di Thailand. Titi, nama bocah
yang baru berusia 3 tahun itu memang layak dijuluki “drummer cilik”.
Bertubuh mungil dengan 2 jari yang tidak sempurna, Titi yang masih suka
nge-dot ini menunjukkan kebolehannya menabuh drum. Tak berlebihan jika
banyak yang menyarankan agar ia dimasukkan dalam Guiness Book of Record.

Prestasi yang diraih Titi sungguh menggugah kesadaran saya. Lihatlah
betapa banyaknya orang yang memilih berdiam diri daripada melakukan apa
yang bisa mereka perbuat. Padahal apapun yang layak diraih layak
diupayakan dengan seluruh kemampuan yang kita miliki. Sayangnya, potensi
diri ini kerap hanya terkubur karena kebiasan kita membuat dalih jika
apa yang kita kerjakan tidak berjalan sesuai harapan kita atau hasilnya
tidak segera kelihatan. Gaya hidup modern yang serba instant secara
tidak langsung membuat kita sering mengharapkan hasil yang instant pula.
Kita kepengen sekali makan durian tanpa mau menanam, menyiram, memupuki
dan merawat pohonnya.

Saya sendiri sempat terkejut membaca cerita tentang ilmuwan besar
seperti Albert Einstein yang pernah diusir dari sekolah karena dianggap
lamban. Ia bahkan mendapat nilai buruk dalam pelajaran bahasa Yunani
karena ingatannya yang lemah. “Tak peduli apa pun yang kamu lakukan,
kamu takkan dapat melakukan apa-apa,” kata gurunya. Guru lainnya
menimpali, “Kamu Cuma merusak kelas saya!”. Bahkan kepala sekolahnya
mengatakan kalau Einstein tidak akan sukses dalam apa pun yang
dikerjakannya.

Saya juga teringat kepada Thomas Alfa Edison yang hanya bersekolah
beberapa bulan namun tercatat sebagai pencipta terbesar sepanjang jaman
dengan lebih dari 1.000 hak paten. “Saya mempunyai banyak ide tapi hanya
sedikit waktu,” ujarnya. Edison gagal di sekolah. Gurunya merasa Edison
tidak punya minat belajar, pemimpi dan mudah sekali terpecah
konsentrasinya. Yang sungguh membuat saya terharu adalah sikap Ibu
Edison terhadap putranya. Ia terus mengajari Edison di rumah dan setiap
kali Edison gagal, ibunya memberi harapan dan mendorongnya untuk terus
berusaha.

Kalau orang gagal senantiasa berkata “itu tidak mungkin berhasil” maka
orang sukses lebih suka berkata “mengapa tidak mencobanya dulu?”.
Daripada membuat alasan, orang sukses memilih untuk mencari cara
mewujudkan impian mereka. Daripada berdiam diri dan menunggu datangnya
kesempatan, mereka memilih pergi keluar dan menemukan kesempatan itu.
Bahkan mereka mampu menciptakan kesempatan dalam kesempitan. E.M. Gray
menegaskan, orang-orang sukses mempunyai kebiasaan melakukan hal-hal
yang tidak suka dilakukan orang gagal. Jika saat ini Anda masih suka
membuat dalih, buatlah komitmen untuk mengubah kebiasaan itu. Jangan
biarkan potensi diri Anda dibelenggu oleh dalih-dalih Anda. Ingat selalu
nasihat Theodore Roosevelt, “Lakukan apa yang Anda bisa, dengan apa yang
Anda miliki, di mana pun Anda berada.”

Sebagai akhir, ijinkanlah saya membagikan kepada Anda sebuah syair dari
Afrika berjudul Perlombaan Saat Matahari Terbit. Setiap pagi di Afrika,
seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada
singat tercepat. Jika tidak, ia akan terbunuh. Setiap pagi seekor singa
bangun, ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada rusa
terlamban. Jika tidak, ia akan mati kelaparan. Tidak penting apakah Anda
adalah sang rusa atau sang singa. Saat matahari terbit, Anda sebaiknya
mulai berlari. ***

Sumber: Mengatasi Penyakit Dalih oleh Paulus Winarto. Paulus Winarto
adalah pemegang dua Rekor Indonesia dari MURI (Museum Rekor Indonesia),
yakni sebagai pembicara seminar pertama yang berbicara dalam seminar di
angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di
angkasa.


dari milis eramuslim, kiriman Panggah Setiawan

Steve Wonder - Don’t You Worry ‘Bout A Thing

Filed under: Lirik - hericz @ 3:16 am

STEVIE WONDER / Incognito

“Don’t You Worry ‘Bout A Thing”

Everybody’s got a thing
But some don’t know how to handle it
Always reachin’ out in vain
Accepting the things not worth having but

Don’t you worry ’bout a thing
Don’t you worry ’bout a thing, mama
Cause I’ll be standing on the side
When you check it out

They say your style of life’s a drag
And that you must go other places
But just don’t you feel too bad
When you get fooled by smiling faces but

Don’t you worry ’bout a thing
Don’t you worry ’bout a thing, mama
Cause I’ll be standing on the side
When you check it out…Yeah
When you get it off…your trip
Don’t you worry ’bout a thing…Yeah
Don’t you worry ’bout a thing…Yeah

Don’t you worry ’bout a thing
Don’t you worry ’bout a thing, mama
Cause I’ll be standing on the side
When you check it out…
When you get it off…your trip

Everybody needs a change
A chance to check out the new
But you’re the only one to see
The changes you take yourself through

Don’t you worry ’bout a thing
Don’t you worry ’bout a thing, pretty mama
Cause I’ll be standing in the wings
When you check it out

Don’t you worry ’bout a thing

[REPEAT and FADE]


sumber : http://www.azlyrics.com/lyrics/steviewonder/dontyouworryboutathing.html

August 8, 2005

6 very interesting facts about bloggers

Filed under: Lain-lain - hericz @ 7:47 am

The study I’ve done on them revealed some very interesting facts.

1. Bloggers have too much time on their hands

This is an unmistakable trait among regular bloggers. I know, because I tried to start a blog once and I could only manage to write three entries in a month. One would have to give up quite a bit to maintain a decent blog, and given my busy schedule (drinking beer IS work), I just couldn’t find the time to maintain it.

2. Bloggers do not sleep Given how nice and updated some of the blogs look and the time the entries are logged (usually when people are either sleeping or surfing porn), it is safe to assume that they do not sleep. Nor surf porn.

3. Bloggers are not alcoholics Where do they even find the time to drink? Unless they drink at home, in which case, they are the worst kind of alcoholics.

4. Bloggers do not reproduce At least, not in the normal way that human beings reproduce. They spend prime reproductive hours in front of their computers and, last I checked, you can’t conceive having cyber sex.

5. The female of the species like being in the buff This doesn’t apply to all female bloggers, but of late, they seem to like getting naked. I’m not complaining, mind you, but isn’t there some law against publishing pornography in squeaky-clean Singapore? Then again, topless entertainment isn’t exactly a taboo here, is it?

6. Bloggers hate publicity but love attention How many times have you heard a blogger rant about how they write for themselves and nobody else, and yet, they are happy if more people read their blogs?

See, in the old days, when we wanted to write for ourselves, we had this thing called a diary (and that’s usually kept under lock and key). And if anybody read our diaries behind our backs, it was justifiable homicide if we killed them.

sumber : http://newpaper.asia1.com.sg/show/story/0,4136,92743,00.html
dari Oom Benny

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here